Sabtu, 24 November 2012

Ensiklopedia : Lagu Dukungan untuk Palestina









Serangan Israel terhadap Negeri berdaulat Palestina, meninggalkan secercah luka yang mendalam bagi para penghuninya. Betapa tidak, rudal-rudal yang dilepaskan Israel dalam serangan yang telah menginjak hari ke enam ini, telah menewaskan setidaknya 109 orang (per 24 November) warga Gaza yang terdiri dari anak-anak, ibu-ibu dan para pemuda.
Dukunganpun bermunculan, salah satunya melalui lirik-lirik lagu. Karena melalui musik atau lagu, manusia bisa menyampaikan pesan yang mendalam kepada para pendengarnya. Karena musik adalah bahasa universal. Berikut Lagu Dukungan untuk Negeri Palestina:
Please relax, free your mind, take easy, and here we goo..!! 


1. We Will Not Go Down (song For Gaza), Michael Heart
Michael Heart, adalah pencipta sekaligus penyanyi Amerika Serikat. Ia lahir di Suriah dan kedua orangtuanya berasal dari Suriah. Nama aslinya Annas Allaf, sedangkan Michael Heart adalah nama panggungnya. Heart tumbuh dengan berbagai latar belakang budaya. Ia besar di Swiss,Austria, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.
Heart memperoleh perhatian dunia ketika ia menulis lagu We Will Not Go Down, yang merupakan bentuk simpatinya atas tragedi pembantaian Israel ke Gaza, Akhir Desember 2008 hingga Januari 2009. Lagu ini ia sediakan secara gratis untuk di-download dari situs pribadinya, namun ia menyarankan dalam situsnya untuk memberikan donasi untuk Gaza melalui United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East.
Hingga 9 Februari 2009, We Will Not Go Down telah di-view hingga 1,021,000 kali di Youtube, mp3-nya di-download sebanyak 325,000 kali, dan telah mendapatkan email respon sebanyak 10,000 email, komentar dan pesan.
We Will Not Go Down (song For Gaza)
Reff:
“We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight …”
Michael Heart (sumber : Google)


2. Palestine Will Be Free, Maher Zain 
Maher Zain adalah penyanyi R&B Swedia, penulis lagu dan produser musik asal Lebanon. Dia juga tinggal untuk sementara di Amerika Serikat. Album debutnya Thank You Allah, dengan 13 lagu dan dua lagu bonus dirilis pada 1 November 2009, dengan Versi Perkusi eksklusif dan Versi Perancis dirilis tak lama kemudian. Dia bernyanyi terutama dalam bahasa Inggris, namun juga, antara lain, dalam bahasa Perancis, Arab, Urdu, Turki, Melayu, dan Indonesia.
Palestine Will Be Free
“Every day we tell each other
That this day will be the last
And tomorrow we all can go home free
And all this will finally end
Palestine tomorrow will be free …”
Maher Zain (sumber : Google)




3. Forever Palestine, Sami Yusuf 
Sami Yusuf adalah seorang penyanyi-penulis lagu Inggris-Iran, komposer, produser dan musisi multi-instrumentalis. Pada tahun 2003 Yusuf merilis debut album Al-Mu’allim pada usia 23, menjual lebih dari dua juta kopi. Setelah merilis album kedua “My Ummah” pada tahun 2005, Yusuf telah digembar-gemborkan sebagai “Bintang Rock Islam Terbesar” oleh majalah Time untuk sukses dalam menarik basis penggemar yang relatif muda dari daerah yang beragam di seluruh dunia, kebanyakan mereka dari latar belakang Muslim. Yusuf telah menjual lebih dari tujuh juta album. Pada bulan Oktober 2010, setelah lima tahun kekosongan, Yusuf album ketiga “Wherever You Are” resmi diluncurkan, yang menyatakan genre-nya sendiri diciptakan “Spiritique”. Yusuf terlibat dalam inisiatif kemanusiaan, mendukung, antara lain, Islamic Relief dan Save the Children.
Forever Palestine
“Mother don’t cry for me I am heading off to war
God almighty is my armour and sword
Palestine, Forever Palestine  …”
Sami Yusuf (sumber : Google)




4. Children of War, Abdullah Rolle
Abdullah Rolle adalah seorang seniman, penulis, produser, sound engineer, guru dan penasihat yang mendirikan nasyid internasional.  Rolle berasal dari Inggris dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri musik. Minatnya dimulai pada usia dini. Di universitas ia belajar produksi musik dan audio yang menyelesaikan program spesialis rekayasa.
Dia menghabiskan sebagian besar kariernya pada dekade 1980 dan 1990-an perjalanan antara London, New York, Los Angeles dan Toronto untuk bekerja sama dengan label rekaman besar dan artis terkenal di dunia.
Children of War
“Theres not a mother in this world who would watch her child,
Cry in the street stand and watch her weep
Theres not a mother in this world who wouldnt give Up,
her own life for the life of her child …”
Abdullah Rolle (sumber : Google)


5. Long Live Palestine, Lowkey (Kareem Dennis)
Kareem Dennis adalah seorang aktivis politik dan musisi keturunan Inggris dan Irak, lebih dikenal dengan nama panggung Lowkey. Ia pertama kali dikenal melalui serangkaian Mixtapes dan ia merilis sebelum ia berusia 18 tahun. Dia akan kembali pada tahun 2008 dengan cakupan yang lebih luas musik, fitur pada BBC Radio dan muncul di berbagai festival dan konser termasuk prom electric, Glastonbury, T In The Park dan Oxegen dan membuat album solo pertamanya Dear Listener, serta berkolaborasi dengan musisi Inggris terkenal lainnya untuk membentuk supergroup.
Long Live Palestine
“This is for Palestine, Ramallah, West Bank, Gaza,
This is for the child that is searching for an answer,
I wish I could take your tears and replace them with laughter,
Long live Palestine, Long live Gaza! …”
Kareem Dennis (sumber : Google)



Agree?
See you.. ^_^v 

sumber

1 komentar: