Jumat, 23 November 2012

Ensiklopedia : Usaha Perdamaian Sia-Sia Israel-Palestina



”Bentrokan antar kedua negara ini kembali terjadi sejak Pemimpin Hamas (Brigade Al-Qassam) Ahmed Al-Jaabari tewas bersama rekannya saat berada di mobil”. Kejadian yang berlangsung 14 November 2012 mengingatkan Kita pada upaya-upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang seringkali diadakan setelah terjadinya pertumpahan darah di kedua belah pihak dan berakhir sia-sia.

Konflik antara Israel dengan Palestina sepertinya sulit sekali untuk dihentikan dan dicarikan serta diwujudkan perdamaian di antara kedua belah pihak. Percikan konflik tersebut bahkan dikabarkan telah terjadi di abad ke -19, hingga sekarang kekerasan dan peperangan seringkali terjadi di wilayah Israel maupun Palestina. Meskipun telah banyak dilakukan pertemuan guna mendamaikan dan menghormati keinginan baik Israel maupun Palestina, sepertinya usaha-usaha tersebut selalu gagal. Kegagalan tersebut bukan karena ketidak cakapan pihak penengah ataupun Perserikatan Bangsa-Bangsa saja, melainkan kedua belah pihak memiliki golongan-golongan oposisi yang menolak keras adanya perdamaian dan kemerdekaan sebuah bangsa. Di Israel terdapat beberapa kelompok masyarakat dan pemerintah yang menolak perdamaian, begitu pula di pihak Palestina. Berikut dirangkum  usaha perdamaian sia-sia antara Israel dan Palestina:

Please relax, free your mind, take easy, and here we goo..!! 


1. Oslo Accords (1993)



Oslo Accords yang berlangsung di tahun 1993 dikenal dengan Declaration of Principles on Interim Self-Government Arrangements or Declaration of Principles (DOP), merupakan langkah besar untuk mengusahakaan terjadinya perdamaian antara Israel dan Palestina. Di dalam pertemuan tersebut wakil kedua negara yang berkonflik berhadapan secara langsung, dan saling mengungkapkan keinginan kedua belah pihak. Dalam pertemuan ini untuk kali pertamanya beberapa faksi Palestina secara terbuka mengakui keinginan dan hak Israel. Bahkan di dalam Oslo Accords dibahas mengenai kemungkinan kerjasama di antara kedua negara. Namun peristiwa terbunuhnya Yitzhak Rabin oleh Yigal Amir di Tel Aviv pada 4 November 1995, kesepakatan yang telah disetujui oleh kedua pihak pun sirna bahkan tidak dapat diwujudkan. Setelah Oslo Accords, masih ada Hebron Agreement dan juga Wye River Memorandum yang tidak menghasilkan apapun bagi proses perdamaian Palestina dan Israel.

2. Israel-Jordan Treaty of Peace (1994)





Treaty of Peace merupakan pertemuan Damai Israel dan Yordania  ditandantangi pada 1994. Pertemuan tersebut membahas usaha penghentian konflik antara Israel dengan Yordania sekaligus mengaji ulang batas-batas kedua negara. Pertemuan yang dikabarkan telah menghabiskan 18,3 milyar dolar AS, juga berhubungan dengan konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina yang diwakili oleh PLO sebagai pihak penyelenggara pemerintahan Palestina. Baik Israel maupun Yordania setuju akan pembatasan wilayah mereka masing-masing dengan kesepakatan yang ditandatangi pada 26 Oktober 1994. Hal tersebut menjadikan Yordani menjadi negara kedua yang memiliki hubungan baik dengan Israel setelah Mesir. Namun bagi Palestina pembicaraan dan pertemuan itu tidak berarti apa-apa.



3. Camp David Summit (2000)









Usaha pembicaraan damai antara Israel dan Palestina pun berlangsung di Camp David pada Juli 2000, pertemuan yang dikenal pula dengan Middle East Peace Summit ini ditengahi oleh Presiden Bill Clinton dan dihadiri oleh pembesar kedua negara, Perdana Menteri Ehud Barak dan Yasser Arafat.  Namun pertemuan ini tidak menghasilkan sesuatu yang berarti bagi konflik antara Israel dan Palestina.



4. Beirut summit (2002)




Pembicaraan mengenai penghentian konflik sengketa sekaligus perdamaian antara Israel dan Palestina ini berlangsung pada Maret 2002 di Beirut, Lebanon. Pertemuan kedua negara yang selalu bersitegang itu disponsori dan ditengahi oleh anggota negara Liga Arab. Liga Arab yang dipimpin Saudi Arabia mengumumkan bahwa mereka telah memungut suara dan mengakui Negara Israel dan menormalkan hubungan, selama Israel setuju untuk kembali ke daerah kekuasaan sebelum tahun 1967, menyelesaikan masalah pengungsi Palestina, dan mendirikan Negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.



5. Roadmap for peace (2002)




Sebuah peta jalan perdamaian bagi konflik Israel-Palestina yang dinamai Road Map for Peace ini berlangsung pada 2002, disponsori oleh empat kekuatan dunia – Amerika Serikat, Uni-Eropa, Rusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Meski demikian prinsip-prinsip dasar perdamaian antara Israel-Palestina ini dirancang oleh George W. Bush, yang saat itu menjabat sebagi presiden Amerika Serikat. Bush bahkan mengatakannya dalam pidatonya pada 24 Juni 2002, rencana ini adalah sebuah usaha untuk membebaskan Palestina dan sekaligus hidup rukun dengan tetangganya Israel dalam sebuah kedamaian. Roadmap ini diharapkan menjadi sebuah awal terjadinya perdamaian di Timur Tengah, selain itu agar keamanan di dua negara berkonflik tersebut aman, damai dan demokratis.


Agree?
See you.. ^_^v

sumber

1 komentar: