Minggu, 25 Mei 2014

Unek - Unek tentang Pilpres 2014 (ditulis oleh Fajar Nuswantoro)

Written by Fajar Nuswantoro

Weleh ternyata sudah 5 bulan lamanya mengabaikan blog ini, baiklah saatnya menuliskan sedikit unek-unek yang saya rasakan akhir-akhir ini.

Ini tidak lain dan tidak bukan adalah topik yang sedang menghiasi media cetak, layar televisi, dunia maya, media sosial, bahkan obrolan masyarakat pada medio Mei sampai dengan Juli 2014 ini. Yups sesuai dugaan ini tentang Pemilu Presiden 2014. Momen kritis yang terjadi setiap 5 tahun sekali untuk menentukan Pemimpin seluruh Rakyat Indonesia periode 2014-2019. 

Tema tulisannya berat juga ya, tapi tenang aja ini hanyalah coret-coretan seorang pemuda seperempat abad (bukan om-om loh ya.. hehehe) dengan otak yang pas-pasan dalam memahami Momen Kritis ini.

Please relax, free your mind, take easy, and here we goo..!! 

Karikatur Jokowi vs Prabowo karya pak Gustaaf Kusno (sumber : kompasiana.com)


Selasa, 20 mei 2014 adalah batas terakhir dari pendaftaran calon Presiden untuk bersaing pada Pilpres 2014. Hingga batas akhir pendaftaran hanya didapatkan 2 pasangan yang akan bertarung memperebutkan posisi paling ambisius di Republik tercinta ini. 



Pasangan pertama adalah pasangan Joko Widodo (52 tahun) - Jusuf Kalla (71 tahun) yang mendaftarkan diri pada tanggal 19 Mei 2014. Pasangan kedua adalah pasangan Prabowo Subianto (61 tahun) - Hatta Rajasa (59 tahun) yang mendaftarkan diri keesokan harinya pada tanggal 20 Mei 2014.



          VS          

Bagaimana peta kekuatan politik kedua pasangan tersebut? Dilihat dari koalisi yang mengusung 4 tokoh ini didapatkan data sebagai berikut, pasangan Jokowi-JK didukung oleh partai PDIP, Nasdem, PKB, dan Partai Hanura dengan total suara 39,97%. Pasangan Prabowo-Hatta didukung partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, Golkar, dan PBB dengan total suara 48.93%. Hanya Demokrat dan PKPI yang belum menentukan arah koalisi.

Tepat setelah 2 calon ini resmi menjadi 2 pasangan yang akan bertarung pada Pipres 9 Juli 2014, seluruh informasi beredar secara liar, baik di media maya, media cetak bahkan didalam ceramah keagamaan. Ini adalah sisi gelap dari freedom of speach yang banyak dianut oleh masyarakat Indonesia, walaupun terasa sedikit kebabalasan dari beberapa sisi. Istilah yang sedang populer dengan sebutan "Black Campaign / Kampanye Hitam".

Apa itu "Black Campaign / Kampanye Hitam"? Searching.. Oke ketemu juga, artinya adalah suatu model atau perilaku atau cara berkampanye yang dilakukan dengan menghina, memfitnah, mengadu domba, menjelek-jelekan atau menyebarkan berita bukan fakta yang dilakukan oleh seorang calon atau sekelompok orang atau partai politik atau pendukung seorang calon terhadap lawan atau calon lainnya.


Who is evil? Who is righteous? These terms have always changed throughout the course of history! Those who stand at the top determine what's wrong and what's right! This very place is neutral ground! Justice will prevail, you say? But of course it will! Whoever wins this war becomes justice!
Donquixote Doflamingo

2 komentar: